Dosen Pascasarjana IAIN Kendari Jelajahi Inovasi Pengelolaan Wakaf di Masjid Bencoolen Singapura

·

·

Kendari – Institut Agama Islam Negeri Kendari. Dalam kunjungan yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi internasional dan mengeksplorasi praktik ekonomi Islam yang inovatif, Dr. KH Muhammad Hadi, M.HI, dosen Pascasarjana IAIN Kendari, Indonesia, mengunjungi Masjid Bencoolen yang bersejarah di Singapura pada 10-11 Oktober 2024.

Kunjungan selama dua hari tersebut memperlihatkan pendekatan unik masjid ini dalam pengelolaan wakaf, yang sejalan dengan penelitian dan publikasi Dr. KH Muhammad Hadi, M.HI tentang modernisasi praktik wakaf. Masjid Bencoolen dikenal dengan strategi berpikir ke depan yang mengombinasikan prinsip-prinsip Islam tradisional dengan kecakapan bisnis modern.

Salah satu inisiatif masjid yang paling menonjol adalah pengembangan kawasan wakaf melalui pembangunan menara apartemen. Pendapatan dari sewa apartemen ini langsung digunakan untuk biaya operasional masjid dan program sosial, menciptakan model pendanaan berkelanjutan yang melampaui donasi konvensional.

Selain itu, masjid ini juga memanfaatkan properti wakaf yang kurang produktif dan mengubahnya menjadi pusat layanan pertemuan dan acara (Meetings and Events/M&E) yang sukses. Pendekatan inovatif ini tidak hanya menghasilkan pendapatan tambahan tetapi juga memberikan layanan berharga bagi komunitas setempat.

Salah satu properti wakaf yang menarik perhatian adalah di 11 Beach Road, yang telah berhasil dikembangkan menjadi fasilitas serbaguna. Lebih jauh, masjid ini juga merambah sektor makanan dan minuman dengan mendirikan restoran halal sebagai bagian dari strategi pengembangan wakaf, diversifikasi pendapatan sambil memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dr. KH Muhammad Hadi, M.HI mengungkapkan kekagumannya terhadap inisiatif masjid tersebut, menyatakan, “Apa yang kita lihat di Masjid Bencoolen adalah contoh sempurna bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diterapkan dalam konteks modern untuk menciptakan model ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Ini sangat selaras dengan konsep-konsep yang saya usulkan dalam penelitian saya tentang pengelolaan wakaf.”

Kunjungan ini juga mencakup diskusi tentang potensi kolaborasi antara Pascasarjana IAIN Kendari dan Masjid Bencoolen. Kedua pihak menyatakan minat dalam program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan lokakarya tentang praktik pengelolaan wakaf yang inovatif.

Tim manajemen masjid berkomentar, “Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dengan Dr. Muhammad Hadi dan tim dari Pascasarjana IAIN Kendari. Kunjungan ini membuka peluang menarik untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antara institusi kami.”

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menerapkan strategi pengelolaan wakaf serupa. Dr. Muhammad Hadi berencana untuk mengintegrasikan wawasan yang diperoleh dari kunjungan ini ke dalam kurikulum dan inisiatif penelitian di Pascasarjana IAIN Kendari.

Kunjungan ini menandai langkah penting menuju kerja sama internasional di bidang ekonomi Islam dan menyoroti potensi praktik Islam tradisional untuk beradaptasi dan berkembang dalam lanskap ekonomi modern. Seiring dengan harapan untuk kolaborasi di masa depan, perpaduan antara penelitian akademik dan implementasi praktis menjanjikan solusi inovatif untuk pengembangan masyarakat yang berkelanjutan dalam kerangka Islam.