Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana IAIN Kendari Jadi Pembicara di Malaysia, Angkat Isu Pernikahan Anak di Konawe Selatan

·

·

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Dosen sekaligus Ketua Program Studi Magister (S2) Ahwal Al Syakhshiyyah, Dr. Kartini, S.Ag., M.H., bersama salah satu mahasiswa program studi yang sama, Wa Ode Ndowuna, tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Mobility Program Students di dua universitas ternama Malaysia, yakni University Malaysia Sabah (UMS) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam pada Tanggal 23 dan 24 Oktober 2025.

Dalam forum akademik internasional tersebut, keduanya membawakan materi bertajuk “Reconceptualizing the Position of the KUA: Minimizing Child Marriage in South Konawe” yang menyoroti peran strategis Kantor Urusan Agama (KUA) dalam menekan angka pernikahan anak di wilayah Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dr. Kartini menjelaskan bahwa fenomena pernikahan anak masih menjadi tantangan serius di beberapa daerah Indonesia, termasuk di Konawe Selatan. Ia menekankan pentingnya rekonseptualisasi peran KUA, bukan hanya sebagai lembaga pencatat nikah, tetapi juga sebagai agen edukasi sosial dan pusat pemberdayaan keluarga. “KUA harus bertransformasi menjadi lembaga yang mampu melakukan advokasi, edukasi, dan pembinaan keluarga sejak pra-nikah agar dapat menekan praktik pernikahan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Wa Ode Ndowuna, dalam paparannya, menyoroti dimensi sosiologis dan kultural yang melatarbelakangi fenomena pernikahan usia dini di masyarakat pedesaan. Ia menegaskan pentingnya pendekatan transdisipliner, dengan melibatkan aspek hukum Islam, kebijakan publik, dan kesadaran sosial masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Kegiatan Mobility Program Students ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Pascasarjana IAIN Kendari dalam membangun jejaring akademik dan memperkuat eksposur global bagi dosen serta mahasiswa. Keterlibatan Dr. Kartini dan Wa Ode Ndowuna menjadi bukti nyata bahwa IAIN Kendari terus berkomitmen menghadirkan riset dan gagasan yang relevan dengan isu-isu kemanusiaan dan keislaman kontemporer.

Direktur Pascasarjana IAIN Kendari, Dr. La Hadisi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Partisipasi dosen dan mahasiswa kita di forum internasional ini menunjukkan bahwa kualitas akademik Pascasarjana IAIN Kendari semakin diakui, sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap isu-isu global, terutama yang berkaitan dengan keluarga dan perlindungan anak,” ujarnya.