Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Kendari kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan kualitas pendidikan agama Islam berbasis teknologi. Salah satu dosen Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam sekaligus Ketua Program Studi S3 PAI Pascasarjana, Dr. Aris Tri Andreas Putra, M.Pd, hadir sebagai narasumber pada kegiatan Workshop Media Evaluasi Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan dan diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Konawe Selatan. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses evaluasi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Dr. Aris Tri Andreas Putra, M.Pd menekankan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, guru PAI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran dan evaluasi dapat berjalan lebih menarik, terukur, dan relevan dengan karakteristik peserta didik generasi digital saat ini.
Ia menjelaskan bahwa media evaluasi pembelajaran berbasis teknologi bukan sekadar alat penilaian, tetapi juga sarana untuk membangun motivasi belajar siswa. Dalam materinya, Dr. Aris memaparkan beberapa poin penting, di antaranya pemanfaatan platform digital untuk evaluasi pembelajaran PAI, strategi penyusunan instrumen evaluasi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), penggunaan aplikasi interaktif seperti Google Form, Quizizz, dan Wordwall dalam penilaian pembelajaran, serta pentingnya integrasi nilai-nilai akhlak dan karakter Islami dalam sistem evaluasi digital.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kompetensi pedagogik digital bagi guru PAI di era revolusi industri 5.0. Menurutnya, guru tidak cukup hanya memahami materi keagamaan, tetapi juga harus mampu mengelola media pembelajaran modern yang kreatif dan adaptif. Ia menegaskan bahwa teknologi harus diposisikan sebagai instrumen penguatan mutu pendidikan, bukan sebagai ancaman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam.
“Guru PAI harus hadir sebagai pendidik yang inovatif. Evaluasi pembelajaran tidak lagi dilakukan secara monoton, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik,” ungkapnya di hadapan peserta workshop.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan teknologi pendidikan, menjadi salah satu prioritas penting Kementerian Agama dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan juga menekankan bahwa guru PAI memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan karakter dan moderasi beragama di lingkungan sekolah.
Ia berharap workshop tersebut dapat memberikan wawasan baru dan keterampilan praktis bagi para guru dalam mengembangkan media evaluasi pembelajaran yang kreatif, efektif, dan berbasis teknologi digital. Selain itu, ia juga mendorong peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Kegiatan workshop berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para peserta. Para guru terlihat aktif berdiskusi dan melakukan praktik langsung penggunaan berbagai aplikasi evaluasi pembelajaran digital yang diperkenalkan selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya workshop ini, diharapkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Konawe Selatan semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.

