Perkuat Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi, Pascasarjana IAIN Kendari dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Gelar Webinar Nasional “Deep Learning dan Critical Thingking”

Kendari, 24 Juni 2026 — Pascasarjana IAIN Kendari bekerja sama dengan Pascasarjana UIN Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Deep Learning dan Critical Thinking” pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta pemerhati pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat wawasan akademik dan kompetensi pedagogik sivitas akademika dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir mendalam, analitis, kreatif, dan reflektif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi akademik antara dua institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Fahri Hidayat, M.Pd.I, Dosen Pascasarjana UIN Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri, yang memaparkan pentingnya penerapan pendekatan deep learning dalam proses pendidikan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara komprehensif, menghubungkan berbagai pengetahuan, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, paradigma deep learning menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, pendidik dituntut untuk menghadirkan proses pembelajaran yang mampu membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills), kreativitas, serta kemampuan pemecahan masalah secara efektif.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Aris Tri Andreas Putra, M.Pd, Dosen Pascasarjana IAIN Kendari sekaligus Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (S3 PAI) Pascasarjana IAIN Kendari, mengulas secara mendalam tentang urgensi critical thinking dalam dunia pendidikan modern. Ia menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk menghadapi berbagai persoalan sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan yang semakin kompleks.

Dalam paparannya, Dr. Aris menjelaskan bahwa berpikir kritis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menganalisis informasi, tetapi juga mencakup keterampilan mengevaluasi argumen, mengidentifikasi asumsi, menginterpretasikan data, serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang logis dan objektif. Menurutnya, pengembangan kemampuan berpikir kritis harus menjadi bagian integral dari proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan.

“Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang mampu menghafal informasi, tetapi harus mampu melahirkan generasi yang dapat berpikir kritis, reflektif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Kegiatan webinar berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai strategi implementasi deep learning dan critical thinking dalam pembelajaran, khususnya pada konteks pendidikan agama Islam dan pendidikan tinggi.

Pascasarjana IAIN Kendari selaku penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana IAIN Kendari dan Pascasarjana UIN Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kerja sama kelembagaan, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui webinar nasional ini, diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep dan implementasi deep learning serta critical thinking, sehingga mampu mengembangkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, transformatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.