KENDARI, 17/06/2026 – Mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana IAIN Kendari menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan berhasil menguasai seluruh podium juara pada ajang Lomba Esai Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga AKADEMI RISET.
Kompetisi yang berlangsung pada 1–14 Juni 2026 tersebut mengangkat tema “Pendidikan dalam Era Kecerdasan Buatan”, sebuah tema yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan dunia pendidikan saat ini. Melalui gagasan-gagasan kritis dan inovatif yang dituangkan dalam karya ilmiah, mahasiswa S3 PAI Pascasarjana IAIN Kendari berhasil menunjukkan kapasitas akademik dan kontribusi pemikiran mereka dalam merespons transformasi pendidikan di era digital dengan menyapu bersih podium Lomba terssebut.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, posisi Juara I diraih oleh La Ode Anhusadar melalui esai berjudul “AI Hadir Sejak Usia Dini: Siapkah Generasi Emas Indonesia”. Dalam tulisannya, ia mengulas berbagai peluang dan tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan anak usia dini serta implikasinya terhadap persiapan Generasi Emas Indonesia 2045.
Sementara itu, Juara II diraih oleh Dirman dengan karya berjudul “Menjaga Nilai Merangkul Teknologi: Pendidikan Islam Dalam Arus Kecerdasan Buatan”. Esai tersebut menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan karakter peserta didik di tengah masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran.
Adapun Juara III diraih oleh Ahmad Ghifari Tetambe melalui esai berjudul “Mesin Menjadi Guru: Menyelamatkan Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan”. Karya tersebut mengangkat refleksi kritis mengenai posisi guru, peran teknologi, serta upaya menjaga aspek humanistik pendidikan di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap sistem kecerdasan buatan.
Keberhasilan mahasiswa S3 PAI Pascasarjana IAIN Kendari meraih Juara I, II, dan III sekaligus menjadi bukti kualitas akademik serta budaya riset yang terus berkembang di lingkungan Pascasarjana IAIN Kendari. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu memahami perkembangan teknologi mutakhir, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan perspektif ilmiah yang konstruktif bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Ketua Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Kendari, Dr. Aris Tri Andreas Putra, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama institusi melalui kompetisi tersebut.
“Prestasi ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Saya memberikan apresiasi penuh kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan dedikasi, kemampuan akademik, dan semangat riset yang luar biasa. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa S3 PAI Pascasarjana IAIN Kendari mampu bersaing dan memberikan kontribusi pemikiran yang relevan terhadap berbagai isu strategis, termasuk pendidikan di era kecerdasan buatan,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan budaya literasi, penelitian, dan publikasi ilmiah, sehingga semakin banyak karya akademik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan masyarakat.
Prestasi gemilang ini sekaligus menegaskan posisi Pascasarjana IAIN Kendari sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan akademisi yang adaptif terhadap tantangan revolusi teknologi dan kecerdasan buatan.
